Hubungan antara kadar
kolesterol dengan resiko penyakit jantung
sangat kuat. Hal ini telah terbukti oleh
banyak penelitian dan sudah bukan merupakan
hal yang baru lagi bagi setiap orang.Penyakit
yang sampai sekarang masih menjadi pembunuh
nomor satu di dunia ini bisa terjadi begitu
mendadak, dimana saja dan kapan saja.
Faktor pemicu serangan
jantung:
Serangan jantung sebetulnya merupakan
klimaks dari sebuah proses peradangan
kronis pembuluh darah koroner yang terjadi
bertahun-tahun yang dipicu oleh:
- adanya timbunan kerak (plaque) dalam
pembuluh darah koroner yang terakumulasi,
- kerak yang rapuh, sehingga mudah
pecah dan menimbulkan gumpalan darah,
- gumpalan darah yang menyumbat pembuluh
darah koroner sehingga suplai zat makanan
dan oksigen ke jantung terputus
Fakta mengenai kolesterol:
Kolesterol adalah senyawa lemak yang berfungsi
membentuk dinding sel dan tidak larut dalam
cairan darah. Agar kolesterol dapat diangkut
dalam peredaran darah, maka kolesterol harus
dilarutkan dalam air yang merupakan gabungan
antara lemak dan protein yang disebut Lipoprotein.
Lipoprotein sendiri dapat dikenali melalui
berat jenisnya. Jenis Lipoprotein yang telah
dikenal adalah Low Density Lipoprotein (LDL)
dan High Density Lipoprotein (HDL).
Low Density Lipoprotein
(LDL)
Sering disebut kolesterol jahat.
Mengangkut kolesterol paling banyak.
Tingginya kadar LDL meningkatkan risiko
terbentuknya kerak.
High Density Lipoprotein
(HDL)
Sering disebut kolesterol baik.
Mengangkut lebih sedikit kolesterol, mencegah
terbentuknya kerak.
Membawa kelebihan kolesterol dari arteri
ke hati untuk diproses dan dibuang.
Mengenal Trigliserida
Trigliserida merupakan salah satu jenis
lemak yang terdapat dalam darah yang dikemas
dalam bentuk partikel Lipoprotein. Mengonsumsi
makanan yang mengandung lemak akan meningkatkan
kadar Trigliserida dalam darah dan cenderung
meningkatkan kadar kolesterol. Lemak yang
berasal dari nabati memang tidak mengandung
kolesterol namun mengandung Trigliserida
yang tinggi contohnya durian dan kelapa.
Meningkatnya kadar Trigliserida dapat meningkatkan
kadar kolesterol.
Kadar Trigliserida dalam darah dipengaruhi
oleh faktor: kegemukan, konsumsi alkohol,
gula dan makanan berlemak.
Tingginya kadar Trigliserida (TG) dapat
dikontrol dengan diet rendah karbohidrat
Nilai normal lemak darah:
- Kolesterol total < 200 mg/dL
- Trigliserida, antara 40 - 155 mg/dL
- HDL, antara 35 - 55 mg/dL
- LDL < 150 mg/dL
Stroke istilah awamnya
adalah perdarahan otak. Ini terjadi bila
aliran darah yang mengaliri bagian otak
terputus, sehingga menyebabkan hilangnya
fungsi bagian tubuh yang diatur oleh daerah
otak yang terkena stroke. Biasanya terjadi
pada orang lanjut usia. Derajat berat ringannya
stroke sangat bervariasi. Bila aliran darah
hanya terputus untuk sementara atau hanya
sebagian otak kecil otak yang terkena, maka
efeknya juga ringan dan sementara. Sebaliknya
bila aliran darah terputus cukup luas atau
bagian otak yang terkena cukup besar, maka
akibatnya berat dan cukup luas.
Gambaran gangguan saraf
pada stroke :
Otak lapis luar:
Kelumpuhan anggota gerak sisi berlawanan,
dengan / tanpa gangguan bicara, gangguan
gerak dan rasa otot wajah, kebutaan.
Otak lapisan dalam:
kelumpuhan satu sisi tubuh lengkap (wajah,
tangan – kaki)
Otak Belakang:
Kebutaan satu sisi dan gangguan sensoris
separuh tubuh.
Otak depan:
Kelumpuhan kaki lebih besar dari tangan,.
Mengompol
Otak kecil:
gangguan keseimbangan, vertigo, muntah
Gejala-gejala
Stroke sementara (Sembuh dalam beberapa
menit/jam):
- Tiba-tiba sakit kepala.
- Pusing, bingung.
- Pandangan mata kabur/kehilangan ketajaman
penglihatan pada satu atau dua mata.
- Kehilangan keseimbangan, lemah.
- Rasa kebal/kesemutan pada satu sisi tubuh.
Stroke ringan sembuh dalam beberapa minggu:
- Beberapa atau semua gejala di atas.
- Kelemahan/kelumpuhan tangan/kaki.
- Bicara tidak jelas.
Stroke berat (sembuh atau perbaikan, dalam
beberapa bulan, tahun, tidak bisa sembuh
total):
- Semua/beberapa gejala di atas
- Koma jangka pendek (kehilangan kesadaran).
- Kelemahan/kelumpuhan tangan/kaki.
- Bicara tidak jelas.
Stroke berat (sembuh atau
perbaikan, dalam beberapa bulan, tahun,
tidak bisa sembuh total):
- Semua/beberapa gejala di atas.
- Koma jangka pendek (kehilangan kesadaran).
- Kelemahan/kelumpuhan dari satu sisi tubuh.
- Sukar menelan.
- Kehilangan kontrol terhadap pengeluaran
air seni dan kotoran.
- Kehilangan daya ingat/konsentrasi, perubahan
perilaku missal bicara tidak menentu, mudah
marah, tingkah laku seperti anak kecil.
Komplikasi
- Perdarahan yang terus berlangsung di otak.
- Koma yang berlangsung lama.
- Penyebab umumSemua keadaan yang bisa menyumbat
atau merobek pembuluh darah arteri otak
bisa memutuskan aliran darah dan menyebabkan
stroke.
Penyebab sumbatan:
- Trombosis (pembekuan darah yang terdapat
dalam pembuluh arteri otak karena pengumpulan
zat lemak).
- Emboli (bekuan darah/gumpalan lemak yang
terbawa masuk ke dalam otak dari bagian
lain tubuh).
- Tumor otak (menekan pembuluh arteri)
- Spasme arteri.
Penyebab arteri pecah:
- Tekanan darah tinggi.
- Kelemahan dinding arteri (sejak lahir)
- Cedera kepala (pukulan, jatuh)
Faktor-faktor resiko untuk terjadinya stroke
mempunyai kesamaan dengan faktor resiko
penyakit jantung, yaitu :
- Merokok
- Hipertensi
- Kadar lemak darah tinggi
- Diabetes mellitus
- Gangguan pembuluh darah/jantung
- Tingginya jumlah sel darah merah
- Kegemukan (obesitas)
- Kurang aktifitas fisik/olah raga
- Minuman alcohol
- Penyalahgunaan obat (Narkoba)
Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke dengan
Pola Hidup Sehat
Upaya pencegahan untuk
menghindari penyakit jantung dan stroke
dimulai dengan memperbaiki gaya hidup dan
mengendalikan faktor risiko sehingga mengurangi
peluang terkena penyakit tersebut.
Untuk pencegahan penyakit
jantung & stroke hindari obesitas/kegemukan
dan kolesterol tinggi. Mulailah dengan mengkonsumsi
lebih banyak sayuran, buah-buahan, padi-padian,
makanan berserat lainnya dan ikan. Kurangi
daging, makanan kecil (cemilan), dan makanan
yang berkalori tinggi dan banyak mengandung
lemak jenuh lainnya. Makanan yang banyak
mengandung kolesterol tertimbun dalam dinding
pembuluh darah dan menyebabkan aterosklerosis
yang menjadi pemicu penyakit jantung dan
stroke.
Berhenti merokok merupakan
target yang harus dicapai, juga hindari
asap rokok dari lingkungan. Merokok menyebabkan
elastisitas pembuluh darah berkurang, sehingga
meningkatkan pengerasan pembuluh darah arteri,
dan meningkatkan faktor pembekuan darah
yang memicu penyakit jantung dan stroke.
Perokok mempunyai peluang terkena stroke
dan jantung koroner sekitar dua kali lipat
lebih tinggi dibanding dengan bukan perokok.
Kurangi minum alkohol.
Makin banyak konsumsi alkohol maka kemungkinan
stroke terutama jenis hemoragik makin tinggi.
Alkohol dapat menaikan tekanan darah, memperlemah
jantung, mengentalkan darah dan menyebabkan
kejang arteri.
Lakukan Olahraga/aktivitas
fisik. Olahraga dapat membantu mengurangi
bobot badan, mengendalikan kadar kolesterol,
dan menurunkan tekanan darah yang merupakan
faktor risiko lain terkena jantung dan stroke
Kendalikan tekanan darah
tinggi dan kadar gula darah. Hipertensi
merupakan faktor utama terkena stroke dan
juga penyakit jantung koroner. Diabetes
juga meningkatkan risiko stroke 1,5-4 kali
lipat, terutama apabila gula darahnya tidak
terkendali.
Hindari penggunaan obat-obat
terlarang seperti heroin, kokain, amfetamin,
karena obat-obatan narkoba tersebut dapat
meningkatkan risiko stroke 7 kali lipat
dibanding dengan yang bukan pengguna narkoba. |