| Sarapan atau makan
pagi bagi banyak orang adalah soal kebiasaan dan selera. Padahal,
selain menghilangkan rasa lapar, jenis makanan yang dikonsumsi saat
sarapan ikut memengaruhi pilihan makanan yang akan diasup saat waktu
makan siang. Makan pagi yang terdiri dari sumber karbohidrat dengan
indeks glikemik (IG) rendah, atau dimetabolisme tubuh secara lambat
sehingga kadar glukosa dalam darah dapat dipertahankan, akan mencegah
kita makan secara berlebihan saat makan siang.
Dalam sebuah penelitian, diketahui orang yang mengkonsumsi sarapan
rendah IG, cenderung makan dengan porsi kecil saat makan siang dibanding
orang yang sarapan dengan menu tinggi IG atau orang yang tidak sarapan.
Penelitian dilakukan terhadap 20 responden, masing-masing diberikan
menu sarapan roti cokelat (100 gram) pada minggu pertama, kemudian
diberikan fruit soy bar (100 gr) di minggu kedua, dan diminggu ketiga
tidak diberikan sarapan. Kemudian setiap hari mereka diberi menu
makan siang nasi uduk dengan porsi 125 gram.
Hasilnya, orang yang tidak sarapan cenderung makan nasi uduk dalam
porsi lebih atau tambahan makan untuk mencapai kondisi perut kenyang.
Sedangkan orang yang sarapan dengan menu fruit soy bar makan sesuai
dengan porsi dan orang yang makan roti cokelat cenderung menambah
meski porsinya tidak sebanyak orang yang tidak sarapan.
"Terigu dalam roti cokelat mengandung kadar IG tinggi sehingga
cepat dicerna tubuh dan cepat pula timbulkan rasa lapar. Sebaliknya
dengan F1 shake mix atau makanan tinggi serat seperti buah dan sayuran
yang kadar IGnya rendah. Perutnya kenyang lebih lama sehingga porsi
makan siangnya pun sedikit.
Sarapan sangat penting untuk menjaga berat badan. Sarapan juga
idealnya dilakukan satu jam setelah bangun tidur. Pada saat itu
metabolisme sudah bagus untuk makan.
Menu sarapan yang dianjurkan adalah yang mengandung karbohidrat,
protein, serat, vitamin, mineral dan sedikit lemak. |