Diet, Langsing, nutrisi, ideal
Diet, Langsing, nutrisi, ideal
Diet, Langsing, nutrisi, ideal
Diet, Langsing, nutrisi, ideal
Diet, Langsing, nutrisi, ideal
Diet, Langsing, nutrisi, ideal
Diet, Langsing, nutrisi, ideal
Diet, Langsing, nutrisi, ideal
Diet, Langsing, nutrisi, ideal
Diet, Langsing, nutrisi, ideal
Diet, Langsing, nutrisi, ideal
Diet, Langsing, nutrisi, ideal
Diet, Langsing, nutrisi, ideal
Diet, Langsing, nutrisi, ideal
Diet, Langsing, nutrisi, ideal
 
 
TAHUKAH ANDA..!
Benarkah Tak Makan Nasi Bisa Bikin Langsing

Tidak sedikit wanita yang menghindari nasi agar bisa mengurangi berat badan secara drastis. Tapi, tepatkah pola diet seperti ini?

“Mengatur pola makan bukan berarti Anda harus menghindari nasi sebagai sumber karbohidrat. Nasi dan sumber karbohidrat lainnya tetap dibutuhkan tubuh untuk cadangan energi. Pola diet yang tepat adalah tetap mengonsumsi makanan sehat lengkap, namun porsi tak berlebih. Itu kunci sukses untuk menurunkan berat badan,” kata Founder & CEO White Lotus sebuah perusahaan penyedia menu sehat seimbang, Jenny Poespita yang ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu 7 April 2010.

Jadi, makanan yang dikonsumsi, menurut Jenny, harus bernutrisi seimbang. Ada karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin dan kandungan gizi lainnya. Karena, 70 persen kesuksesan dalam menurunkan berat badan terletak pada kebiasaan Anda mengonsumsi makanan.

Selain itu, indikator makanan sehat pun tak memulu harus menggunakan bahan makanan organik. “Bahan makanan organik memang penting, tapi daripada mementingkan organiknya lebih baik lagi mementingkan kandungan gizinya. Dan, yang lebih penting lagi, porsi menu sehat pun harus diatur,” ujar Jenny menjelaskan.

Tak hanya itu, kualitas cara memasak juga perlu diperhatikan, sebab cara memasak yang salah juga bisa menyebabkan kandungan gizi dari bahan makanan yang diolah hilang. Jika mengonsumsi buah pun, Jenny memaparkan harus merupakan buah pilihan yang kaya manfaat. Jangan terlalu sering mengonsumsi buah dengan rasa terlalu manis.

Ditambah lagi, agar makanan sehat Anda tak berasa hambar, bumbu-bumbu pilihan yang beraneka ragam juga bisa dikreasikan dalam masakan agar cita rasa makanan sehat Anda bisa menggugah selera. Perlu diingat juga, jangan pilih bahan makanan karena murahnya saja, tapi lihat juga kualitasnya. Dan, pengaturan pola makan sangat penting untuk menjadikan tubuh ideal,” kata Jenny menegaskan.

-- vivanews --

Kadar Gula Tak beres, Atasi Segera

Survei tahun 2006 menunujukkan, satu dari 8 orang di jakarta menderita diabetes mellitus (DM). DM belum dapat disembuhkan, namun kadar glukosa darah dapat dapat dikendalikan sehingga berbagai komplikasi dapat dicegah.

Penyakit diabetes mellitus (DM) atau juga dikenal sebagai penyakit kencing manis adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang akibat kadar gula darah yang tinggi.

“Kadar gula darah tinggi ini disebabkan oleh jumlah hormon insulin yang kurang atau jumlah insulin cukup tetapi tidak efektif (resistensi insulin),” jelas Dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, Ph.D, konsultan endokrinologi metabolik dan diabetes dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta.

Gula sebagai sumber kalori sel-sel tubuh masuk ke dalam tubuh melalui makanan, dan diedarkan ke seluruh tubuh. Kemudian gula akan masuk ke sel-sel tubuh, misalnya jantung, ginjal, otot, dan sebagainya. Oleh sel-sel tubuh, gula ini digunakan sebagai sumber energi.

Itu yang terjadi pada orang normal. Pada penderita diabetes, khususnya DM tipe 2, pintu tempat gula masuk ke dalam sel (glucose transporter) rusak, sehingga gula tidak bisa masuk secara optimal. Kalau gula tidak bisa masuk ke dalam sel, maka gula akan menumpuk di dalam peredaran darah. Ketika dicek, kadar gula darahnya pun tinggi.

Karena sel tubuh tidak mendapat makanan, lama-lama akan kelaparan. “Kalau kelaparan, lama-lama ia akan rusak. Karena itu, ada penderita diabetes yang terkena penyakit jantung, karena otot jantung tidak mendapat gula secara cukup. Ada juga yang harus cuci darah, karena sel-sel ginjal tidak mendapat gula yang cukup. Ada juga yang kakinya harus diamputasi, karena sel-sel ototnya tidak mendapat gula yang cukup pada saat infeksi. Ini yang disebut komplikasi,” jelas dokter yang juga aktif di Pusat Diabetes dan Lipid Jakarta, Divisi Metabolik Endokrin UI/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.

Jaga Gaya Hidup

Ada 4 tipe diabetes mellitus. Tipe 1 biasanya pada anak-anak (genetik). Tubuhnya memang tidak punya insulin. DM tipe 2 adalah DM seperti yang dijelaskan di atas. DM tipe 3 adalah diabetes gestational yang biasa terjadi pada ibu hamil, dan tipe 4 adalah diabetes karena penyebab lain, misalnya karena obat, karena penyakit, dan sebagainya.

Yang paling banyak diderita adalah DM tipe 2 dan kecenderungannya terus meningkat. Survei tahun 1982 menunjukkan, angka penderita diabetes di Jakarta sekitar 2,8 persen dari jumlah penduduk. Tahun 90-an naik menjadi 5,8 persen, dan tahun 2006 melonjak menjadi 12, 8 persen. “Artinya, 1 di antara 8 orang di Jakarta terkena diabetes. Yang pre diabetes (akan menjadi diabetes) pun banyak, sekitar 30 persen, dan suatu saat bisa "kecemplung" menjadi diabetes,” kata Dante.

Untuk mengetahui penyakit DM, perlu diperiksa kadar gula darahnya. Dikatakan menderita DM bila kadar gula darah puasanya > 126 mg/dL atau kadar gula darah setelah puasa > 200 mg/dL.

Banyak hal yang menjadi penyebab. Yang utama adalah gaya hidup (lifestyle), obesitas yang semakin banyak, pola hidup instan yang dianggap modern, dan yang paling penting adalah kultur untuk melakukan pemeriksaan berkala yang jarang.

Diabetes berkaitan dengan faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik dianggap tidak bisa dimodifikasi, sementara faktor lingkungan bisa. “Jadi, kalau orang sudah punya faktor genetik, yang harus dijaga adalah faktor lingkungannya. Misalnya, menjalani lifestyle yang baik, aktivitas fisik yang baik, istirahat cukup, makan yang tidak banyak mengandung lemak, dan sebagainya.”

Jika setelah menjaga faktor lingkungan, tetap menjadi diabetes juga karena faktor genetik, maka pencegahannya adalah dengan melakukan cek gula darah secara teratur, serta mengenali tanda-tanda diabetes. Tanda diabetes yang khusus ada 3 P, yaitu polydipsi (banyak minum), poliphagi (banyak makan), dan polyuri (banyak kencing pada malam hari), ditambah rasa lemas dan penurunan berat badan.

Sementara tanda-tanda tidak khas antara lain kesemutan, pandangan kabur, gigi goyang, difungsi ereksi. Seringkali pasien datang bukan karena pemeriksaan gula darah, melainkan karena gejala yang tidak khas tadi.

Waspadai Komplikasi

Mengobati diabetes tidak cukup hanya dengan menurunkan gula yang ada di dalam darah, tetapi juga bagaimana caranya membuat gula bisa masuk kembali ke dalam sel-sel tubuh supaya sel-sel tubuh tadi tidak rusak.

Diabetes tidak bisa sembuh dan akan ada seumur hidup. “Tetapi yang lebih penting, misalnya, tetap diabetes tapi tidak terkena serangan jantung karena metabolisme di dalam sel otot jantung dikelola dengan baik. Tak perlu harus diamputasi, tak perlu harus cuci darah, dan sebagainya. Jadi, tidak cuma menurunkan angka gula darah, melainkan mengontrol komplikasi yang ada pada diabetes,” kata Dante.

Tidak ada pasien diabetes yang gula darahnya tidak bisa dikontrol. Kalau diketahui lebih dini dan diobati dengan baik, maka komplikasinya pun akan bisa diatasi. "Orang diabetes bisa tetap punya umur sama dengan orang sehat, asal komplikasinya dikontrol atau terkendali.”

Berisiko Terkena DM
Pahami dan simak siapa saja yang berisiko terkena DM, berdasarkan ciri-cirinya. Ingat, pencegahan lebih baik daripada mengobati.
Berusia di atas 45 tahun
Kegemukan (Indeks Massa Tubuh di atas 23 kg/m2)
Darah tinggi/hipertensi
Dislipidemia (Kolesterol HDL < 35 mg/ dL dan atau trigliserida > 250 mg/dL)
Riwayat melahirkan bayi dengan berat > 4000 gr
Riwayat DM pada keluarga (keturunan)
Riwayat gangguan toleransi glukosa

-- kompas online --

Tensi Berfluktuasi, Awas Kena Stroke !!

Orang yang mengidap hipertensi memiliki risiko tinggi terkena stroke, apalagi jika tekanan darahnya berfluktuasi. Untuk itu, tekanan darah perlu dijaga dalam keadaan normal dan stabil.

Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah, baik sistolik mapun diastolik, sama atau lebih dari 140/90 mmHg. Para peneliti dari Universitas Oxford, Inggris, menemukan bahwa tekanan darah yang terus berubah-ubah justru lebih berbahaya dan berisiko stroke.

”Pada beberapa orang hipertensinya sangat stabil, tetapi tekanan darah yang bervariasi, kadang naik dan kadang sangat tinggi lebih, berbahaya daripada yang stabil,” kata Dr Peter Rothwell, profesor neurologi dari Universitas Oxford, dalam jurnal The Lancet dan The Lancet Neurology.

Dalam risetnya, ia mengamati tekanan darah tinggi dan variabilitasnya pada 2.000 responden yang dibagi dalam empat kelompok, masing-masing pernah mengalami stroke minor yang disebut transient ischemic attatck (TIAs).

Rothwell menemukan bahwa orang yang punya variasi sistolik sangat tinggi (lebih tinggi dari 120/80) atau dalam 7 kali kunjungannya ke dokter tekanan darahnya bervariasi, lebih berisiko terkena stroke. ”Selama ini dampak dari variasi hipertensi kurang diperhatikan. Seharusnya dokter membuat diagnosis berdasarkan tekanan darah pasien pada tiap kunjungannya,” katanya.

”Petunjuk klinis yang ada selama ini membuat dokter kurang mengindahkan hipertensi yang tidak tetap, padahal peningkatan tekanan darah yang tinggi dan kadang-kadang juga berisiko tinggi terkena stroke dan penyakit vaskuler lainnya. Karena itu, jangan terlena dengan kadar tekanan darah yang terkadang normal tetapi pada saat lain naik,” kata Rothwell.

Untuk mengatasinya, sebaiknya dokter meresepkan obat antihipertensi yang tidak cuma menurunkan tekanan darah, tapi juga menstabilkannya untuk pasien yang tekanan darahnya berfluktuasi. ”Obat yang bisa membuat tekanan darah stabil tanpa menurunkan tekanan darah rata-rata masih bisa membantu menghindari stroke,” ujarnya.

Variabilitas tekanan darah dapat diketahui pada setiap kunjungan pasien ke dokter. Meski demikian, sebenarnya akan lebih baik apabila pasien juga memonitor tekanan darahnya di rumah secara teratur.

Pada penduduk usia 50 tahun ke atas, kejadian hipertensi mencapai 40-65 persen. Untuk mencegah stroke, selain kadar tekanan darah, pasien juga perlu memerhatikan faktor lain, seperti merokok, diabetes, dan kelebihan berat badan.

-- kompas online --

Agar Tak Cepat Lapar

Orang tua jangan sembarangan saat menyusun menu sarapan bagi sang buah hati. Keseimbangan dan kecukupan gizinya harus diperhatikan. Salah satunya kandungan karbohidrat yang berperan sebagai sumber kalori. Asupan karbohidrat inilah yang bisa diandalkan sebagai sumber energi cadangan dalam bentuk glikogen.

Setelah karbohidrat mengalami pengolahan di lambung, kadar gula darah akan naik. Sayangnya, kenaikan kadar gula darah ini hanya bisa bertahan sekitar 2 jam saja. Tak heran jika hanya karbohidrat yang diutamakan, maka setelah beberapa saat anak merasa kenyang, ia lekas lapar kembali.

Kendati demikian, lama-tidaknya cadangan energi ini tersimpan dalam tubuh dipengaruhi pula oleh beberapa faktor. Salah satunya aktivitas. Semakin berat dan semakin lama seseorang melakukan aktivitas, maka akan semakin banyak pula energi yang harus dikeluarkan. Contohnya, seporsi makan malam mungkin bisa bertahan hingga 10 jam selagi anak tidur. Namun porsi yang sama hanya bertahan beberapa jam saja jika sesudah makan anak lantas asyik main bola.

Kebutuhan karbohidrat dalam diri anak sekitar 45%-55% dari seluruh kebutuhan kalori. Adapun sumber karbohidrat antara lain tepung-tepungan, seperti beras, gandum, kentang, disamping buah dan sayur mayur. Dengan kata lain, asupan karbohidrat saja tidak cukup sehingga harus disertai asupan protein. Sekitar 50% dari asupan protein yang diubah menjadi gula darah akan mampu bertahan hingga 4 jam. Itu berarti penambahan protein bisa memperlama rasa kenyang dalam diri anak. Sama halnya dengan sayur-sayuran dan buah-buahan yang kaya akan serat. Penguraian zat-zat makanan ini membutuhkan waktu lama, sehingga anak pun jadi tak gampang lapar.

Namun, jangan lupakan lemak yang berfungsi sebagai pelarut vitamin tertentu, pembentuk struktur jaringan, sekaligus sumber energi yang efisien. Rendahnya asupan lemak antara lain dapat menyebabkan kekurangan gizi dan perubahan warna kulit. Meski hanya sedikit saja yang diubah menjadi gula darah, lemak berperan penting dalam memberi cita rasa pada makanan.

Perhatikan juga vitamin dan mineral yang penting untuk membantu kelangsungan pertumbuhan anak dengan menyediakan buah-buahan dan sayuran. Sementara susu maupun produk olahannya merupakan pangan terbaik sebagai pembawa kalsium dalam tubuh. Mineral kalsium sangat penting sebagai dasar pertumbuhan massa tulang dan gigi. Tanpa kebiasaan minum susu yang baik dikhawatirkan kebutuhan kalsium anak tidak akan terpenuhi. Ingat, kalsium tidak hanya dibutuhkan oleh bayi, tapi juga anak-anak, orang dewasa, bahkan orang yang sudah tua sekalipun. Satu liter susu mengandung protein setara 4 butir telur.

-- tabloid nova --

Benar dan Salah Tentang Diet

Ibarat menu makanan di restoran, semuanya ada. Begitulah diet untuk menurunkan berat badan. Beragam jenis diet ditawarkan, tapi yang mana yang pas dan benar untuk tubuh, harus dipertimbangkan.

Dengan diet yang benar, berat badan jadi seimbang, tubuh pun sehat.Perempuan sering salah kaprah mengartikan diet. Banyak yang beranggapan, cara ampuh untuk menurunkan berat badan adalah lewat diet yang diartikan sebagai "puasa" atau mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi. Asumsinya, dengan mengurangi jumlah asupan makanan sebanyak mungkin, akan mempercepat penurunan berat badan menuju berat yang diinginkan.

Dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK menjelaskan, pengertian diet tidaklah sesederhana itu. "Diet sebenarnya mempunyai arti kombinasi makanan dan minuman di dalam hidangan makan yang dikonsumsi sehari-hari. Jadi, mengatur makan dengan pola yang sehat," papar spesialis gizi klinik dari RS Mitra Keluarga Kemayoran Jakarta.

Ada begitu banyak metoda berdiet untuk menurunkan berat badan yang tersedia. Dari the Atkins Diet (diet rendah karbohidrat), the Cabbage Soup Diet, the Grapefruit Diet, the South Beach Diet, the Balance Diet, dan lain-lain. Dari sekian jenis diet, Lucia menilai, yang terbukti terbaik adalah balance diet atau diet gizi seimbang. "Diet seimbang memberikan gizi seimbang yang diperlukan tubuh dan memenuhi kebutuhan metabolisme normal."

Diet yang benar, lanjut Luciana, adalah tetap mengonsumsi makanan dengan komposisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah seimbang. "Tentu saja dengan total kalori yang lebih rendah dari yang biasa dikonsumsi, sehingga tubuh akan menggunakan simpanan energi tubuh, yaitu lemak tubuh, baik yang berlokasi di bawah kulit maupun yang berada di dalam tubuh (lemak viseral). Dengan hilangnya massa lemak tubuh, maka akan terjadi penurunan berat badan," terang dokter yang juga mengajar di FKUI-RSCM ini.

ANALISIS ASUPAN
Luciana mengingatkan, diet untuk menurunkan berat badan dengan mengurangi asupan karbohidrat atau lemak tidak begitu saja dapat dilakukan. "Mengurangi salah satu makronutrien (karbohidrat atau lemak, misalnya) harus disesuaikan dengan asupan sehari-hari," sarannya.

Luciana mencontohkan, mengurangi asupan lemak pada orang yang konsumsi lemaknya sehari-hari tinggi karena hobi makan kerupuk dan cemilan goreng, pasti hasilnya bagus, berat badan bisa turun. "Tapi, pada orang yang sama, jika karbohidratnya yang dikurangi, maka dietnya menjadi tidak seimbang. Berat badan juga belum tentu turun, tergantung kalori total yang dikonsumsi atau dikurangi. Demikian juga sebaliknya, jika riwayat asupan sehari-hari konsumsi karbohidrat yang tinggi, untuk mengurangi berat badan ya harus mengurangi asupan karbohidratnya."

Yang harus diketahui, menerapkan metode diet yang salah dapat mengakibatkan target menghilangkan massa lemak tubuh tidak tercapai. "Ini karena penurunan berat badan bukan diakibatkan hilangnya massa lemak, melainkan cairan tubuh atau massa otot."

Memilih jenis diet juga harus disesuaikan dengan keadaan tubuh. Misalnya, jenis diet yang menganjurkan konsumsi tinggi protein kurang menguntungkan bagi orang tua, karena fungsi ginjal orang tua biasanya sudah mulai menurun. "Ditambah lagi jika ada gangguan ginjal yang menyertai." Contoh lain, diet sangat rendah kalori justru akan mengganggu aktivitas fisik orang yang bekerja, karena dengan konsumsi sangat rendah kalori, kebutuhan tubuh tidak akan tercukupi. "Akibatnya, tubuh jadi kurang segar dan malah tidak bisa berkonsentrasi."

Idealnya, lanjut Luciana, jika ingin menurunkan berat badan dengan mengatur pola makan, harus dilakukan analisis asupan dulu. Dengan analisis asupan, makanan yang dikonsumsi sehari-hari dihitung. Dari penilaian tersebut akan tampak kalori dan komposisi makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Baru kemudian diatur dengan pedoman kebiasaan makan sehari-hari.

-- tabloid nova --

Diet Ketat Picu Penyakit Jantung

DIET bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang mematikan seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Studi terbaru menemukan, mereka yang mengontrol asupan kalori memproduksi lebih banyak hormon stres cortisol yang berbahaya untuk tubuh.

Studi dari California University dan Minnesota University tersebut mengklaim bahwa paparan terhadap cortisol pada dasarnya membuat beberapa pelaku diet mengalami penambahan berat badan. Hal ini, menurut peneliti, bisa menjelaskan mengapa banyak pelaku diet gagal menurunkan berat badan meskipun sudah mengurangi asupan kalori.

Selain itu, terang peneliti, diet bukannya membuat Anda merasa lebih baik tetapi pada dasarnya merusak kesehatan mental. Banyak pelaku diet yang mengalami peningkatan stres psikologis saat mereka terus-menerus memaksa diri menghitung kalori dan memonitor jenis makanan yang dikonsumsi.

Para dokter, terang peneliti, sebaiknya berpikir dua kali sebelum menganjurkan pasien mereka mengikuti diet ketat. Hal ini untuk mencegah efek negatif jangka panjang akibat diet tersebut.

"Terlepas dari kesuksesan atau kegagalan mereka menurunkan berat badan, jika studi lanjutan juga menemukan bahwa diet meningkatkan stres dan kadar cortisol, dokter sebaiknya berpikir ulang sebelum menganjurkan pasien untuk diet," tutur peneliti, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, Jumat (16/4).

Stres kronis, terang peneliti, selain memicu penambahan berat badan juga telah dikaitkan dengan penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes dan kanker. Diet berpotensi menambah beban stres. Karena itu, terang peneliti, cara terbaik adalah menghindari konsekuensinya.

Dalam studi ini, peneliti melibatkan 121 partisipan perempuan. Sebagian diminta menjalani diet standar tiga minggu dengan asupan 1.200 kalori per hari. Sekitar 50 persen partisipan dianjurkan mengonsumsi 2.000 kalori sehari.

Masing-masing partisipan diminta menyediakan sampel air liur sebelum dan sesudah studi untuk melihat kadar cortisol. Hasil menunjukkan, setelah tiga minggu, perempuan yang mengikuti program diet mengalami peningkatan kadar hormon yang signifikan.

Peningkatan kadar cortisol, menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Psychosomatic Medicine ini, kemungkinan karena hormon tersebut digunakan dalam tubuh untuk meningkatkan energi.

Jika Anda tidak mengonsumsi kalori yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh, maka tubuh secara otomatis akan mulai melepaskan hormon stres.

Selain itu, para partisipan juga diminta mencacat setiap makan yang dikonsumsi dan mengukur perasaan mereka selama tiga minggu tersebut. Hasil menunjukkan, banyak partisipan melaporkan peningkatan stres psikologis. Hal ini, menurut peneliti, kemungkinan karena mereka secara terus-menerus diingatkan bahwa mereka sedang mengurangi asupan makanan untuk tubuh mereka.

Mengikuti diet 1.200 kalori sehari, terang pakar diet dari St George's Hospital di London, Catherine Collins, terlalu sulit untuk ditoleransi tubuh. Para pelaku diet, terang dia, sebaiknya membatasi asupan kalori mereka antara 1.500 dan 1.800 kalori sehari, dipadukan dengan olahraga teratur.

"Diet sangat rendah kalori benar-benar memicu masalah dan meningkatkan kadar cortisol." Terpapar kolesterol dalam waktu lama, lanjut dia, akan mengganggu kadar kolesterol, meningkatkan tekanan darah dan bahkan meningkatkan risiko depresi

-- media indonesia --

 
 
Kembali ke awal ...
           

Web site ini dibuat untuk keperluan bisnis online independent distributor Herbalife. Semua isinya adalah tanggung jawab pemilik web site.
Dibuat oleh JOKO SULISTYO - INDEPENDENT DISTRIBUTOR HERBALIFE (Malang-Jawa Timur)

SIMPLE - FUN - MAGICAL