Men's Health Thu, 04 Jul 2002
13:06:00 WIB
Healtyhlife - Jaga berat badan Anda. Karena kalau tidak, maka
selain ancaman penyakit jantung, hipertensi, dan gangguan kardiovaskuler,
gangguan impotensi pun siap menerkam Anda.
Boleh saja percaya diri dengan
memiliki tubuh yang gemuk, tapi jangan sampai percaya diri Anda
berlebihan. Sebab selain mengurangi kelincahan gerak, kegemukan
juga berpotensi mendatangkan beragam penyakit, khususnya penyakit
- penyakit kardiovaskuler, yakni penyakit yang berhubungan dengan
pembuluh darah dan jantung. Kalau mau disebut, beberapa penyakit
itu bisa terbentang mulai dari hipertensi, stroke, coronary problem
bahkan juga gangguan pada pembuluh darah organ - organ dalam termasuk
tadi itu gangguan pada sirkulasi di otak.
Semua ancaman tersebut, bagi
kebanyakan kaum laki-laki, belum seberapa. Mereka baru akan merasa
cemas setengah mati kalau diberitahu bahwa penyakit-penyakit akibat
kegemukan tersebut akan berdampak pada potensi seksualnya. Nah!
Penderita hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung masih bisa
menikmati 'surga dunia', tapi kalau menderita impotensi, jangan
harap! Karena itu, kata orang, lelaki impoten tak bisa mengelak
kalau dirinya disebut "mati dalam hidup".
Sebegitu parahkah dampak kegemukan pada kehidupan seksual pria?
Bisa jadi. Apalagi bagi kaum Adam di usia 50-an. Laki-laki yang
mengalami kegemukan di usia ini, kata konsultan seks Dr Naek L
Tobing, cenderung mengalami gangguan seks. Tidak secara langsung
memang, karena gangguan seks itu terjadi akibat kondisi yang ditimbulkan
oleh kegemukan.
Celakanya, mendekati usia tua, para lelaki cenderung mengalami
kegemukan, karena gerak mereka kian menurun. "Jumlah makan
yang masuk sama dengan yang muda-muda, tapi energi yang keluar
tidak sama. Akibatnya yang tidak menjadi energi mengendap jadi
lemak di dalam tubuh," jelas Dr Naek. Inilah yang kemudian
mengundang berbagai macam penyakit itu.
Penyakit akibat kegemukan
Sebelum membahas berbagai macam penyakit akibat kegemukan, kita
perlu tahu terlebih dulu indikator gemuk. Biasanya kita memakai
tolok ukur indeks massa tubuh (IMT). Rumusnya, IMT = berat badan
: kuadrat tinggi badan. Jika IMT di atas 23 (IMT orang Asia 18,5-22,9
- Red) maka itu bisa dikatakan berat badan berlebih atau obesitas.
Nah, inilah beberapa penyakit dan gangguan kesehatan akibat kegemukan
yang pada akhirnya mengganggu kehidupan seksual penderitanya:
Problem persendian
Kalau pria semakin gemuk maka beban tulang akan semakin berat.
Karena menyangga beban di luar porsi, maka akan muncul gangguan
sendi.Yang sering kita dengar adalah penyakit rematik walaupun
tidak semua gangguan sendi adalah rematik. Keadaan ini tentu saja
akan membuat hubungan intim dengan pasangan terasa tidak nyaman
bahkan keterbatasan dalam gerakan tertentu akan sangat berpengaruh
pada tingkat pencapaian orgasme seseorang.
Masalah dengan kesehatan jantung
Ada satu hal yang perlu dingat bahwa pada orang gemuk tentu metabolisme
bergerak lebih dinamis dengan beban lebih, karena semakin berat
bebannya, otomatis jantung berdenyut lebih cepat, bekerja lebih
banyak dan pada gilirannya tentu saja akan terkompensasi oleh
tubuh secara alamiah. Dalam hal kompensasinya tak dapat lagi ditolerir
oleh tubuh maka tak pelak lagi akan menimbulkan gangguan jantung
serius. Gangguan jantung ini dikenal dengan dekompensasi kordis.
Kasus ini ditemukan banyak pada orang gemuk yang tidak banyak
pergerakannya. Disisi lain bila dikaitkan dengan mikrosirkuler
pembuluh darah maka resiko penyakit jantung koroner juga menjadi
terbuka lebar oleh karena beberapa alasan. Selain itu mereka yang
pernah mendapat diagnosa gangguan koroner apalagi yang pernah
mendapat serangan jantung akan selalu cemas dan khawatir akan
terjadinya serangan baru. Efeknya, tidak cuma lelaki, namun pasangannya
juga akan merasa khawatir akan datangnya heart attack saat melakukan
hubungan intim. Dengan begitu hubungan badan pun tidak nyaman,
dan gairah bisa hilang.
Hipertensi
Pada kegemukan, apalagi yang kurang bergerak, pembuluh darah sering
mengalami atherosclerosis atau pengapuran sehingga menyempit yang
menyebabkan naiknya tekanan darah. Menurut Dr Sumarsono Sastrowardoyo,
urolog senior dari Jakarta, lebih separuh dari kasus impotensi
disebabkan oleh gangguan mikrovaskuler yang disebabkan oleh hipertensi,
problem lipid darah, dan diabetes. Menurut dia gangguan mikrovaskuler
ini sangat berpengaruh dalam rigiditas atau tingkat kerasnya organ
penis saat penis ereksi.
Diabetes Melitus
Orang gemuk cenderung mengalami penurunan hormon insulin. Ini
membuat gula darah naik dan akan meracuni seluruh tubuh termasuk
alat vital. Pada diabetes lama, apalagi yang tidak terkontrol
penis akan mengalami kesulitan ereksi karena saraf-sarafnya diracuni
oleh banyaknya gula. Dr Fisher Theys, seksolog terkemuka asal
Afrika Selatan yang mengajar di Chicago University mengatakan
diabetes melitus membuat naiknya titik ambang rangsangan, sehingga
penderita akan lebih sulit terangsang. Dengan kata lain, pada
kasus diabetes yang tidak terkontrol, penderita tidak saja tidak
mampu mempertahankan ereksi yang cukup lama tetapi bahkan juga
kesulitan memulai ereksi itu sendiri.
Gangguan lain adalah terjadinya perubahan pada pembuluh darah
kecil, termasuk yang menuju ke penis. Salah satu akibat dari perubahan
inilah yang menjadi penyebab utama gangguan seksual retrogade
ejaculation (ejakulasi ke belakang), yaitu semprotan sperma menuju
kandung kemih, bukannya keluar secara normal. Tentu saja penderita
kelainan ini tidak akan bisa membuahi pasangannya. Untungnya kasus
ini sehari-hari ditemukan tidak terlalu banyak.
Gangguan hormonal
Semakin gemuk, jumlah testosteron yang mengalir ke otak dan darah
akan semakin menurun. Ini menyebabkan nafsu seks akan turun dan
ereksi tidak bisa optimal. Dampaknya, membuat penderita tidak
percaya diri, ragu akan potensi diri.
"Sebetulnya, produksi testosteron pada lelaki gemuk atau
kurus sama banyak. Tapi pada lelaki gemuk, pembagian hormon itu
akan lebih luas dan banyak, sehingga jatah ke penis pun jadi berkurang,"
papar Dr Naek.
(Sumber : Klinikpria.com)